Pengusulan Anggaran Pemprov Sudah Disampaikan, Kadispora Tunggu Kepastian Cabor Dan Tuan Rumah
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Berau, Amiruddin, menegaskan bahwasanya proses pengusulan anggaran untuk keikutsertaan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur mendatang telah disampaikan ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Meski demikian,
sejumlah hal masih menunggu kepastian, terutama terkait jumlah cabang olahraga
(cabor) yang akan dipertandingkan,” ungkapnya.
Disampaikan Amiruddin
lagi, termasuk penentuan cabor menjadi kewenangan Komite Olahraga Nasional
Indonesia (KONI) Provinsi bersama tuan rumah, dalam hal ini Kabupaten Paser.
Sampai saat ini, kepastian jumlah cabor yang akan dipertandingkan belum ada.
"Terkait
penentuan Cabor itu dari KONI Provinsi, dan saat ini kita masih menunggu
informasi resmi dari tuan rumah," ujarnya lagi.
Meski belum ada
keputusan final soal jumlah cabor, pihak Dispora Berau telah memasukkan
estimasi anggaran dalam pembahasan bersama TAPD. Perkiraannya tidak sampai enam
puluh cabor, mungkin sekitar lima puluh.
“Kami tegaskan yang
mana setiap usulan harus berdasarkan
data jumlah atlet masing-masing cabor yang diajukan oleh KONI kabupaten,"
jelasnya.
Menurutnya, anggaran
tidak bisa disusun secara global. Setiap cabor harus dirinci secara detail,
baik jumlah atlet, ofisial, maupun kebutuhan teknis lainnya. Ia juga menyoroti
pentingnya verifikasi pada tahap pra Porprov agar seleksi atlet lebih matang
dan efisien dari segi waktu dan pembiayaan.
"Pra itu penting
untuk menyeleksi atlet agar yang dikirim benar-benar siap tanding. Kita harus
hemat waktu dan biaya," imbuhnya.
Amiruddin juga
mengkritisi ketidaksesuaian penggunaan fasilitas olahraga, seperti kolam renang
milik pemerintah yang justru dipakai oleh instansi lain, bukan oleh atlet
daerah. Ia mengingatkan agar tidak mengulang kegagalan seperti pada Porprov
sebelumnya, di mana atlet yang telah berjuang tidak mendapat penghargaan layak.
"Atlet kita
harus dihargai. Jangan sampai mereka berjuang dapat emas tapi pulang hanya bawa
tekanan dari daerah asalnya," ucapnya prihatin.
Ia menambahkan,
strategi penguatan akan difokuskan pada cabor-cabor yang berpeluang meraih
banyak medali, seperti atletik, panahan, dan renang. "Sayangnya, kita
belum maksimal di cabang seperti renang yang bisa menyumbang banyak medali.
Berbeda dengan sepak bola, yang satu medali melibatkan banyak atlet,"
tuturnya.
Amiruddin juga
menyinggung soal persaingan ketat dengan daerah seperti Balikpapan dan
Samarinda yang memiliki kemudahan akses dan kekuatan penuh dalam mendukung
atlet. Meski begitu, ia optimistis Berau tetap dapat bersaing jika penentuan
cabor dan seleksi atlet dilakukan secara tepat.
"Verifikasi awal
sudah kami sampaikan ke tim anggaran. Sekarang tinggal menunggu pembahasan dan
keputusan akhir," pungkasnya. (sep/FN)